085252532009
2BF03909

Imlek 2018 di Singkawang

Tuesday, February 27th 2018.

Tradisi Imlek di Singkawang yang utama adalah makan mie panjang umur bersama keluarga besar.

Tradisi Unik Imlek Di Singkawang

 Bagi masyarakat Tionghoa di tanah air perayaan Imlek serta Cap Go Meh mempunyai arti yang sangat istimewa, termasuk Imlek di Singkawang yang berkaitan dengan beragam tradisi kuno yang dilaksanakan sepanjang momen-momen tersebut. Setiap daerah memang mempunyai kebiasaannya masing-masing berkaitan dengan perayaan tersebut, tetapi tradisi yang tak pernah ketinggalan adalah hiasan lampion dan tarian barongsai serta Liong. Untuk tradisi Imlek di kota tersebut umumnya adalah makan bersama keluarga besar kuliner khas Tahun Baru Imlek.

Mengenal tradisi Imlek di Singkawang

Berbicara mengenai kuliner Imlek di Singkawang, satu masakan yang tak pernah absen pada momen tersebut adalah mie panjang umur yang hanya diproduksi di kota tersebut. Tempat pembuatannya hanya ada satu-satunya yaitu di Pasar Utama Singkawang.

Mie panjang umur ini umumnya dinikmati sebagai hidangan utama Imlek, lalu pada perayaan Cap Go Meh yang dilaksanakan 2 atau 3 minggu pasca Imlek, mie tersebut dibagikan ke para kerabat, umumnya yang hendak kembali ke perantauan.

Walaupun sering disebut sebagai mie panjang  umur tetapi nama aslinya adalah mie asin Singkawang. Penyebutan mie panjang umur adalah sesuai filosofi di balik bentuknya yang memang sangat panjang. Sehingga siapa pun yang mengonsumsinya diharapkan akan berusia panjang.

Masyarakat keturunan yang tinggal di Singkawang kerap berbagi hidangan tersebut pada momen Imlek sampai setelah Cap Go Meh, sementara di luar perayaan tersebut mie panjang umur tetap boleh dikonsumsi dan dijual sebagai hidangan khas tradisional Tionghoa Singkawang. Setiap helai mie tersebut dibuat sepanjang hingga dua meter sehingga seolah tak putus.

Mie yang merupakan salah satu tradisi utama Imlek di Singkawang tersebut disajikan dengan kombinasi lauk daging ayam atau ikan bahkan ada pula yang menambahkan sirip hiu serta ditambah bumbu asin. Ada yang unik pada cara mengonsumsi hidangan tersebut yaitu harus diacak-acak dengan sumpit sebelum mulai dimakan bersama-sama.

Proses mengacak-acak mie putih polos tersebut juga harus dilakukan berbarengan dengan memegang sumpit bersama. Makna ritual tersebut adalah kebersamaan keluarga yang tak sering terjadi karena beberapa anggota keluarga yang hidup di rantau.

Rekomendasi kegiatan liburan seru sambil menikmati Imlek di Singkawang

Sambil menyaksikan serunya atraksi wisata pada momen Imlek, jangan lupa menjelajahi tempat-tempat wisata yang masih berkaitan dengan kultur Tionghoa berikut ini.

 

Pusat kota

Sebagai kota yang populer dengan sebutan 1000 kelenteng, Singkawang memang bagaikan sepotong Hong Kong di Indonesia yang sarat dengan kultur serta catatan sejarah Tionghoa. Jelang tahun baru Imlek sempatkanlah untuk menjelajahi pusat kota Singkawang dan menyaksikan replika 12 shio yang dibuat dari lampion. Replika tersebut tepatnya berada di sepanjang jalan Pangeran Diponegoro serta Bundaran 1001 AI.

Rumah keluarga Tjhia (Xie)

Agar momen Imlek di Singkawang semakin seru, cobalah berkunjung ke rumah tua milik keluarga Tjhia (Xie), seorang imigran asal Fujian yang kemudian menjadi bagian dari masyarakat Singkawang. Bisnisnya yang sukses membuatnya mampu membangun rumah bergaya Cina yang dikombinasikan ciri Eropa.

Kelenteng Bumi Raya

Kelenteng ini merupakan salah satu rumah ibadah tertua di kota Singkawang dan dibangun tahun 1800-an. Kelenteng tua ini juga merupakan ikon wisata dari Singkawang.

Pemakaman Manggis

Buatlah pengalaman liburan menjadi semakin berkesan dengan menyaksikan dari dekat tradisi sembahyang kepada leluhur masyarakat Tionghoa di Singkawang. Di pemakaman ini  Anda juga dapat melihat dari dekat batu-batu nisan yang didekorasi unik sesuai kebiasaan Tionghoa.

Jadi, jangan ragu untuk berlibur pada momen Imlek di Singkawang.

  • Harga : RP 1.600.000
  • Durasi : 12 jam
  • Termasuk : Mobil+Supir+BBM
  • Mesin : 2500 cc
  • Tahun Pembuatan : 2016
  • Kapasitas : 16 orang
  • Harga : RP 300.000
  • Durasi : 24
  • Termasuk : mobil
  • Mesin : 1300 CC
  • Tahun Pembuatan : 2014
  • Kapasitas : 7 orang
  • Harga : RP 300.000
  • Durasi : 24 jam
  • Termasuk : Mobil
  • Mesin : 1300 cc
  • Tahun Pembuatan : 2014
  • Kapasitas : 7 orang
  • Harga : RP 300.000
  • Durasi : 24 Jam
  • Termasuk : Mobil
  • Mesin : 1300 CC
  • Tahun Pembuatan : 2014
  • Kapasitas : 7 Orang
  • Harga : RP 500.000
  • Durasi : 24 Jam
  • Termasuk : mobil
  • Mesin : 2000 CC
  • Tahun Pembuatan : 2016
  • Kapasitas : 7 orang
  • Harga : RP 350.000
  • Durasi : 24 jam
  • Termasuk : mobil
  • Mesin : 1500 CC
  • Tahun Pembuatan : 2014
  • Kapasitas : 5 Orang