085252532009
2BF03909

Tempat Wisata Mempawah

WISATA NUSANTARA MEMPAWAH

Wisata Nusantara merupakan suatu tempat rekreasi yang bagus buat keluarga yang terletak di kabupaten mempawah, untuk mencari pantai yang terdekat dari kota pontianak yaitu di wisata nusantara ini yang jauhnya kurang lebih 73,5 km atau 1 1/2 jam perjalanan dari kota pontianak.Lokasi tempat wisata nusantara ini yaitu di jalan gusti sulung lelang kabupaten mempawah.
untuk dapat masuk ke dalam wisata nusantari ini tidaklah mahal cukup dengan membeli tiket masuk seharga Rp 10.000/Orang.Biaya tiket masuk ini tidak termasuk biaya pemakaian beberapa fasilitas wahana permainan yang disediakan, seperti: Kolam Renang, Kolam Pemancingan, Perahu Bebek, Sewa Motor 4 Roda, Boogey Jumping, dan lain sebagainya.
Wisata Nusantara juga memiliki beberapa fasilitas seperti : Ada 2 jenis kamar yang disediakan yaitu Kamar Standar (Double Bed) dengan tarif Rp. 220.000,- per malam dan Kamar Keluarga (Double Bed + Single Bed) dengan tarif Rp. 320.000,- per malam. Adapun fasilitas yang dimiliki, antara lain: Spring Bed, AC, dan Televisi.

Bagi pihak perusahaan yang sesekali ingin merasakan nuansa meeting kantor diluar kota, Wisata Nusantara dapat menjadi salah satu pilihan. Selain jaraknya tidak terlalu jauh dari kota Pontianak (hanya sekitar 73,5 kilometer saja), suasana lingkungan yang sejuk dan segar bisa menjadi cara untuk refreshing setelah meeting. Wisata Nusantara menyediakan 2 jenis meeting room dengan kapasitas masing-masing 30 orang dengan tarif sewa Rp. 550.000,- per sesi dan 200 orang dengan tarif sewa 1.550.000,- per sesi. Yang dimaksud dengan per sesi adalah per 3 jam. Harga sewa ini sudah termasuk kursi, AC, dan sound system.



ROBO ROBO

Robo-robo merupakan acara khas tradisi di kabupaten mempawah, Awal diperingatinya Robo-robo ini sendiri bermula dengan kedatangan rombongan Opu Daeng Manambon dan Putri Kesumba yang merupakan cucu Panembahan Mempawah kala itu yakni, Panembahan Senggaok yang merupakan keturunan Raja Patih Gumantar dari Kerajaan Bangkule Rajangk Mempawah pada tahun 1148 Hijriah atau 1737 Masehi.

Masuknya Opu Daeng Manambon dan istrinya Putri Kesumba ke Mempawah, bermaksud menerima kekuasaan dari Panembahan Putri Cermin kepada Putri Kesumba yang bergelar Ratu Agung Sinuhun bersama suaminya, Opu Daeng Manambon yang selanjutnya bergelar Pangeran Mas Surya Negara sebagai pejabat raja dalam Kerajaan Bangkule Rajangk.

Berlayarnya Opu Daeng Manambon dari Kerajaan Matan Sukadana (Kabupaten Ketapang) diiringi sekitar 40 perahu. Saat masuk di Muara Kuala Mempawah, rombongan disambut dengan suka cita oleh masyarakat Mempawah. Penyambutan itu dilakukan dengan memasang berbagai kertas dan kain warna warni di rumah-rumah penduduk yang berada di pinggir sungai. Bahkan, beberapa warga pun menyongsong masuknya Opu Daeng Manambon ke Sungai Mempawah dengan menggunakan sampan.

Terharu karena melihat sambutan rakyat Mempawah yang cukup meriah, Opu Daeng Manambon pun memberikan bekal makanannya kepada warga yang berada di pinggir sungai untuk dapat dinikmati mereka juga. Karena saat kedatangannya bertepatan dengan hari Minggu terakhir bulan Syafar, lantas rombongan tersebut menyempatkan diri turun di Kuala Mempawah. Selanjutnya Opu Daeng Manambon yang merupakan keturunan dari Kerajaan Luwu Sulawesi Selatan, berdoa bersama dengan warga yang menyambutnya, mohon keselamatan kepada Allah agar dijauhkan dari bala dan petaka. Usai melakukan doa, kemudian dilanjutkan dengan makan bersama. Prosesi itulah yang kemudian dijadikan sebagai awal digelarnya hari Robo-robo, yang saban tahun rutin dilakukan warga Mempawah, dengan melakukan makan di luar rumah bersama sanak saudara dan tetangga.

Bagi sebagian masyarakat di beberapa daerah di Indonesia, bulan Safar diyakini sebagai bulan naas dan sial. Sang Pencipta dipercayai menurunkan berbagai malapetaka pada bulan Safar. Oleh sebab itu, masyarakat yang meyakininya akan menggelar ritual khusus agar terhindar dari marahabaya.






TERMINAL MEMPAWAH / WISATA KULINER MALAM DI KABUPATEN MEMPAWAH

MEMPAWAH – Kalimantan Barat (Kalbar) kaya akan beragam menu kuliner tradisional. Salah satu daerah yang cukup terkenal dengan potensi kulinernya adalah Kota Mempawah, Kabupaten Mempawah. Setiap harinya, ratusan warga berburu aneka masakan di lokasi-lokasi kuliner di Bumi Galaherang tersebut.

Tidak hanya pecinta kuliner warga tempatan, masyarakat dari daerah lain seperti Pontianak, Kubu Raya, Singkawang, dan sejumlah daerah, menyempatkan diri singgah ke Mempawah, untuk menikmati makanan khas daerah itu. Ada banyak lokasi yang bisa didatangi pecinta kuliner di sini. Mulai dari Rumah Makan Asam Pedas Pak Wahab di kompleks Pelabuhan Kuala Mempawah, Toko Mie Goreng Bu Sri di Pulau Pedalaman, Pengkang di Kecamatan Segedong, hingga pusat kuliner di Terminal Mempawah.

“Di Kalbar, Mempawah salah satu daerah yang cukup terkenal dengan beragam menu kulinernya. Banyak sekali tempat-tempat usaha kuliner yang terus berkembang di Kabupaten Mempawah,” aku sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Mempawah, Mochrizal, dalam acara lomba masak serba ikan di Gedung Kartini Mempawah, belum lama ini.

Menurut Sekda, mutu dan kualitas kuliner yang dihasilkan pengusaha Kabupaten Mempawah sudah tidak diragukan lagi. Terbukti, diungkapkan dia bagaimana setiap harinya ada saja masyarakat luar daerah kabupaten ini yang datang dan berkunjung untuk menikmati kuliner.

“Makanya, Pemerintah Kabupaten Mempawah terus mendorong dan memacu pertumbuhan sektor usaha kuliner. Salah satunya, kami membangun tempat yang refresentatif bagi pedagang di Terminal Mempawah. Di sana juga kita lengkapi dengan panggung hiburan yang bisa menjadi daya tarik bagi pengunjung,” tuturnya.

Secara geografis, diungkapkan Mochrizal, Kabupaten Mempawah berada di wilayah pantai Kalbar. Tentu, diharapkan dia, potensi laut tersebut dapat dimaksimalkan untuk menunjang kreasi dan kreativitas menu-menu kuliner yang berkualitas dan bergizi tinggi. Salah satunya, disebutkan dia, masakan kuliner berbahan baku ikan.

“Masalah sumber daya manusia (SDM) dan skill pengolahan menu kuliner, sudah tidak diragukan lagi. Kabupaten Mempawah sudah sering tampil sebagai pemenang dan mewakili daerah ini ke tingkat provinsi, nasional, bahkan macanegara. Namun, yang perlu kita gali dan tingkatkan lagi yakni kreaktivitas dan inovasi pengajian menu-menu kuliner yang baru dan segar,” ucapnya.

Kreativitas dan inovasi menu kuliner, diakui dia, sangat penting. Harapan dia, agar tidak menimbulkan kebosanan bagi masyarakat pecinta kuliner. Dengan terciptanya menu-menu kuliner yang baru, dia yakin akan menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat luar untuk datang dan berkunjung ke Mempawah, menikmati masakan tersebut.

“Salah satu menu kuliner terbaru yang saya temukan hasil pengelolaan PKK Kecamatan Mempawah Timur. Mereka berhasil membuat cendol dengan bahan baku ikan. Selain cita rasanya yang enak, makanan itu juga bergizi tinggi. Sebab, ikan kaya akan kandungan protein,” ujarnya.

Untuk itu, ditegaskan dia bahwa pemerintah setempat terus mendorong dan memacu para pengusaha kuliner, agar berani berkreasi dan berinovasi menciptakan menu-menu kuliner baru. Terlebih, dia menambahkan, bahan baku ikan yang cukup melimpah di daerah ini. “Saat ini, Mempawah sudah terkenal dengan masakan ikan asam pedas Pak Wahab. Semoga ke depan, akan ada menu-menu baru yang tak kalah terkenalnya,” harapnya mengakhiri.