085252532009
2BF03909

Rental Mobil Sanggau

Kabupaten SANGGAU

Sejarah terbentuknya Sanggau belum banyak bisa terungkapkan, dari beberapa sumber yang ku dapatkan dari para orangtua, banyak yang mengatakan bahwa sejarah Sanggau dimulai saat Putri Daranante, seorang perempuan ningrat dari Kerajaan Sukadana, Ketapang, saat mencari suaminya yang bernama Babai Cinga, yang merapat di salah satu sungai yang ada di Sanggau, yang sekarang bernama sungai Sekayam. Dalam perjalanan menyusuri Sungai Sekayam, rombongan Dara Nante bertemu dengan orang-orang dari Suku Dayak Mualang yang berusaha untuk menemukan sebuah kampung yang bernama Tampung Juah. Rombongan itu pun bergabung dan bersama-sama mengarungi Sungai Sekayam. Ditengah perjalanan, ternyata di aliran Sungai Sekayam terdapat dua cabang anak sungai. Rombongan besar ini kemudian memilih salah satu cabang Sungai Sekayam yang saat ini dikenal dengan nama Sungai Entabai. Ternyata pilihan itu tepat karena rombongan Dara Nante dan Suku Dayak Mualang berhasil menemukan Tampun Juah yang terletak di hulu Sungai Entabai. Berkah bagi Dara Nante karena di tempat itulah ia menemukan Babai Cinga. Dan menetaplah Dara Nante untuk sementara waktu di Tampun Juah. Dara Nante tidak menetap selamanya di Tampun Juah karena Dara Nante memutuskan untuk pulang ke Sukadana dan kembali menyusuri Sungai Sekayam. Namun, di tengah perjalanan, tepatnya disebuah tempat yang dikenal dengan nama Labai Lawai,  rombongan Dara Nante menghentikan perjalanannya dan membangun sebuah kerajaan kecil di tempat itu, yang kemudian dikenal dengan nama Kerajaan Sanggau. Hingga sekarang ini di Labai Lawai masih dapat ditemukan situs sejarah peninggalan Kerajaan Sanggau, yakni berupa batu-batu keramat yang dinamakan Batu Dara Nante dan Batu Babai Cinga. Batu-batu itu menancap di tanah dan ditutup kain kuning berbentuk segi empat dengan ketinggian sekitar 1 meter. Hingga saat ini, warga setempat masih melakukan ritual adat yang rutin diadakan setiap tahun tersebut dengan memberikan sesaji untuk batu-batu yang disucikan tersebut.


Keturunan kerajaan Sanggau yang sekarang meyakini bahwa kerjaaan leluhur mereka itu didirikan pertama kali pada tanggal 7 april 1310 M, yaitu ketika Dara Nante dinobatkan sebagai penguasa Kerajaan Sanggau yang pertama. Untuk itu maka pada tanggal 26 juli 2009, perwakilan tiga etnis yang terdapat di Sanggau yaitu Melayu, Dayak dan Tionghoa, menyepakati bahwa setiap tanggal 7 April diperingati sebagai hari jadi Kota Sanggau, meskipun hal ini sebatas pendeklarasian dan belum sebagai ketetapan pemerintah. Begitulah asal usul kota kelahiranku Sanggau.

Kerajaan Sanggau yang lebih dikenal dengan nama Keraton Surya Negara adalah sebuah kerajaan peninggalan sejarah zaman dahulu. Pada awalnya keraton yang dibangun oleh Putri Daranante tersebut dipusatkan di Desa Mengkiang atau tepatnya ke arah hulu Sungai Sekayam, namun sejarah tidak menyebutkan tahun berapa berdirinya. Kemudian saat Sultan Ayub sebagai penambahan kala itu, memindahkan pusat kerajaan Sanggau ke Desa Kantuk serta mendirikan Mesjid Jami, saat ini terletak di Kota Sanggau. Hingga saat ini Keraton Surya Negara masih ada sehingga ini harus dijaga dan dirawat keberadaannya agar menjadi bukti sejarah dan objek wisata yang menarik bagi wisatawan. Setiap tahunnya, sering diadakan pameran situs bersejarah di keraton Surya Negara. Dan banyak pengunjung yang datang melihat pameran itu, termasuk aku. Di dalam keraton Surya Negara banyak menyimpan benda pusaka yang sepertinya begitu keramat. Seperti yang pernah ku lihat benda keramat yang paling menonjol adalah meriam berkepala naga yang berwarna keemasan. Terlihat begitu menakjubkan jika melihat kedalam singgasana Keraton Surya Negara yang penuh dengan benda bersejarahnya.

Masih banyak yang ingin ku ceritakan tentang kampung halamanku Sanggau yang merupakan daerah yang memiliki beraneka ragam keunikan alamnya, terutama Sungai Kapuas yang terkenal di Indonesia bahkan di dunia karena mempunyai beribu-ribu anak sungai. Dan dengan keangkeran yang selalu terjadi di Sungai Kapuas tersebut. Dan sekarang akan ku ceritakan keangkeran dari sungai kapuas itu. Sungai Kapuas adalah sungai yang mungkin banyak menyimpan misteri yang ada di dalamnya. Terutama hewan-hewan yang hidup di sungai tersebut. Menurut cerita yang pernah ku dengar, sungai kapuas banyak dihuni oleh hewan keramat atau yang biasa orang Sanggau namakan dengan sebutan Puaka. Dalam cerita yang ku dengarkan dari orang tua di kampung halamanku itu, ada hewan-hewan langka yang hidup bersembunyi di sungai itu, dan merupakan hewan mitos jelmaan manusia dan ada kaitannya dengan orang-orang yang tenggelam di sungai kapuas tersebut. Dan ada juga puaka yang selalu muncul di sungai tersebut. Ada beberapa hewan langka yang pada zaman dahulu begitu dikenal oleh masyarakat yaitu Golong uwi, Gana rangkang, ikan tapah yang sering di temukan dan puaka-puaka lainnya seperti buaya putih sering muncul di permukaan sungai tersebut. Tapi ada beberapa misteri yang belum terungkapkan dari sungai kapuas tersebut hingga kini terutama di muara sungai sekayam. Sungai sekayam merupakan anak sungai kapuas yang penuh dengan misteri. Di sungai sekayam lah aku banyak mendapatkan cerita yang benar-benar ku alami sendiri.

Saat itu aku duduk di kelas 2 SMA, hoby ku emang memancing, dan saat itu liburan panjang, aku dan teman-teman pergi ke sungai sekayam yang tidak jauh dari rumahku untuk memancing ikan disana di pagi hari. Kata orang-orang banyak ikan-ikan gede disana. Dan sampailah kami di sungai sekayam dan kami telusuri kedalam sungai tersebut hingga agak jauh dari perkampungan. Sampai lah kami di pinggiran sungai yang banyak batunya. Dan kami pun memulai memancing untuk memperoleh ikan yang banyak dan ikan yang besar. Selama memancing kami bercerita tentang hal-hal yang berbau mistis hingga saat pancingan teman ku ditarik oleh ikan yang sepertinya begitu besar. Dan yang terjadi adalah pancingan itu tidak bisa di tarik oleh kami bertiga hingga pancingan itupun terlempar dalam beberapa detik. Dan……….bhhhuuussssss…cebbuurrff….. terlihat ekor udang yang menghempaskan air yang mungkin lebih besar dari perahu kami. Karena rasa takut beberapa menit kemudian kami pun pulang diam tanpa kata. Karena rumah kakek ku dekat dengan sungai sekayam, aku pun singgah di rumah kakek. Hingga sampai di rumah kakek, aku pun menceritakan ke kakek ku. Saat itu kakek ku pun bercerita panjang lebar tentang yang ada di sungai sekayam itu. Dulu saat kakekku masih muda memancing ikan di pelosok sungai sekayam, kakekku melihat ular yang sangat besar dan mungkin panjangnya mencapai 15meter. Ular itu konon katanya adalah jelmaan dari seorang manusia laki-laki botak yang tanpa diketahui identitasnya. Selain itu sungai sekayam memiliki misteri yang belum banyak diketahui oleh masyarakat setempat. Tepat di dasar sungai sekayam terdapat sungai sungai yang lebih lebar dari atas permukaan sungai sekayam. Lubangnya berada tepat di Muara sungai sekayam, di bawah jembatan gantung sekayam. Dan konon dahulu kala, tepat di bawah jembatan gantung sekayam itu pula terdapat pohon bayam yang konon katanya setiap di tebang pohon itu akan tumbuh kembali. Pohon itu dahulu kala menghambat perjalanan putri Daranante untuk mencari suaminya Babai Cingak di hulu sungai Sekayam. Misteri yang selalu muncul adalah selalu tenggelamnya pendatang dari luar Sanggau yang mandi berenang di dekat muara sungai sekayam itu. Misteri itu berlanjut hingga sering munculnya jelmaan hewan di pasir timbul sungai kapuas. Mungkin masih banyak lagi misteri yang ada di alam sungai kapuas yang terdapat di kampung halamanku, Sanggau. Namun sekarang tercemarnya sungai kapuas di daerah Sanggau akibat aktivitas penambangan emas di sungai kapuas maka tidak ada lagi kabar misteri yang selalu muncul. Walaupun telah mengalami pencemaran Sungai Kapuas tetap menjadi urat nadi bagi kehidupan masyarakat Sanggau di sepanjang aliran sungai kapuas.

Di sambas sekarang penduduknya sudah sangat berkembang dan sangat maju, banyak penduduk yang berwiraswasta untuk membuka lahan bisnis sepert :

1. Hotel

Hotel di SANGGAU sekarang sangatlah banyak karena banyak pendatang yang menginap disana untuk beristirahat.Sanggau Merupakan tempat dimana banyak orang berlalu lalang lewat seperti mau ke malaysia sekarang bisa lewat sanggau. ada beberapa rekomendasi hotel yang ada di sanggau Yaitu : Grand hotel Narita dan Hotel Meldy. Hotel ini sangatlah cocok bagi pendatang yang ingin beristirahat di kota sanggau.

2. Rental Mobil

Sekarang Di sanggau banyak yang memulai usahanya di bidang rental mobil, di sanggau ini sendiri anda tidak perlu bingung-bingun jika ingin pergi ke daerah sawit. sekarang banyak warga sambas yang menyewakan mobil untuk kendaraan baik buat perkantoran maupun perorangan.  Ada beberapa tempat wisata di sanggau yang bisa anda kunjungi dengan merental mobil di sanggau :

A. Air terjun pancur Aji

Objek wisata alam di Sanggau seakan tak ada habisnya dijelajahi. Salah satu yang wisata alam yang indah dan mudah dijangkau adalah Air Terjun Pancur Aji. Air terjun ini berada di kawasan wisata Pancur Aji, Jalan Pancur Aji, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat.

ingin merasakan langsung asyiknya wisata ke Air Terjun Pancur Aji anda bisa menghubungi jasa rental mobil yang berada di sanggau.Bagi anda ingin pergi banyak paket2 wisata yang di tawarkan oleh pihak-pihak rental mobil di sanggau.

Traveler di sana bisa menyewa mobil melewati jalan raya yang beraspal mulus. Kemudian berbelok ke jalan kecil dengan plang bertuliskan Air Terjun Pancur Aji.

Setelah berkendara sekitar 10 menit, kami tiba di kawasan wisata Pancur Aji. Ada papan besar bertuliskan objek apa saja yang ada di sana. Selain Air Terjun Pancur Aji, memang banyak pilihan objek wisata lainnya.